Learning to Lead: 5 Tips Sukses Menjadi Manajer Handal

Hal Gregersen, seorang pakar leadership dari INSEAD Business School, Perancis (salah satu business school terbaik dan terbesar di Eropa) menyatakan: “The transition from being a great individual contributor to being a leader of other individual contributors is one of the most important and challenging stages in your career. If this first leadership transition does not go well, it often delivers a negative ripple effect that can dim your future career prospects. The bad news is, more than fifty percent of first-time managers get lower performance evaluations as leaders, than they did as individual contributors. The good news is, when the transition goes well, it can produce positive career results that are amplified far into the future”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa masa transisi dan atau menapaki tangga manajer merupakan momen kritis dan sungguh menentukan kesuksesan para professional.

Oleh karena itu, hal dimaksud perlu dipersiapkan sebaik-baiknya. Apa saja itu? Paling tidak, seorang manajer harus dapat melaksanakan 5 tips, berikut:

  1. Sebagai inovator. Para pakar lazim menjelaskannya dengan istilah “innovator: engaging others’ innovative ideas”. Lebih tegasnya adalah, belajar menciptakan ide-ide baru dan bagaimana mewujudkannya, lengkap dengan tools dan teknik-teknik implementasinya di lapangan. Ini menjadi keniscayaan;
  2. Cerdas dalam merancang tujuan secara efektif dengan ekspektasi yang jelas, selaras visi dan strategi perusahaan. Secara lebih rinci, hal ini harus dapat diterjemahkan kedalam individual action plans yang menjadi bagian tim anda;
  3. Saatnya juga menjadi motivator. Anda harus mampu menjadi sumber inspirasi bagi tim sehingga dapat me-manage, baik individu yang berkinerja tinggi maupun yang masih rendah;
  4. Menjadi enabler. Sebagai manajer, anda tidak hanya dituntut mampu mendorong peningktan kinerja, namun lebih dari semua itu, harus mampu menyingkirkan kendala dan hambatan yang menghadang (removing roadblocks); The last but not least,
  5. Anda harus mampu menjadi coach yang handal. Dalam hal ini, Hal Gregersen menyatakan bahwa seorang manajer harus berperan sebagai diagnose performance problems; provide constructive feedback; effectively resolve conflicts.

Selamat mencoba!. Semoga sukses!.