Lima BUMN Belum Dukung Penerapan GCG

Komitmen Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjadi Good Corporate Governance (GCG) menuju BUMN bersih masih terkendala. Pasalnya saat ini ada sekitar lima perusahaan pelat merah yang belum berkomitmen untuk menerapkan GCG.

“Dari 100 sekian BUMN, hanya lima BUMN yang perlu didorong untuk meningkatkan GCG,” aku Wakil Menteri BUMN, Mahmuddin Yasin, di Jakarta, Kamis (10/4).

Namun Yasin mengaku belum mengetahui pasti lima BUMN mana saja yang masih perlu didorong untuk meningkatkan GCG. Untuk mengatasi hal itu, masing-masing deputi yang bersangkutan kata dia sedang berdiskusi dengan lima BUMN tersebut. Yasin berharap dalam waktu dekat ini, seluruh BUMN dapat berkomitmen untuk menjadi BUMN bersih.

“Komitmennya kan ada tiga level, komitmen, cukup baik, dan baik. Ini yang masih didiskusikan masing-masing deputinya,” seru dia.

Untuk diketahui, 25 September 2013 lalu, Kementerian BUMN melaunching roadmap menuju ‘BUMN Bersih’ di hadapan beberapa petinggi negara serta puluhan Dirut BUMN.

Program ini merupakan wujud konsistensi Kementerian BUMN dalam merancang dan melaksanakan aksi anti korupsi, baik di lingkungan Kementerian BUMN maupun di perusahaan-perusahaan BUMN.

Kala itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan juga mengingatkan bahwa seluruh perusahaan BUMN juga harus melengkapi perangkat GCG dengan menerapkan Whistle Blowing System, Code of Conduct, serta melengkapi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.

“Sekurang-kurangnya tiga jenjang jabatan dan service level agreement bagi BUMN yang memiliki PSO (Public Service Obligation), Corporate Social Responsibility serta kewajiban-kewajiban lainnya secara hukum dan etika,” kata Dahlan.